BeritaYogya.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kinerja keuangan yang membaik pada semester I-2025 dengan pendapatan bersih mencapai Rp 8,6 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,7 triliun. Di sisi lain, rugi bersih perseroan turun signifikan sebesar 74 persen menjadi Rp 742 miliar dari sebelumnya Rp 2,84 triliun.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menyatakan bahwa kinerja kuartal kedua ini mencerminkan kekuatan model operasional dan pelaksanaan strategi yang disiplin. Sumber pendapatan utama berasal dari jasa pengiriman (Rp 2,75 triliun), imbalan jasa (Rp 2,74 triliun), dan pinjaman (Rp 1,64 triliun), diikuti oleh kontribusi dari e-commerce, iklan, serta pendapatan lain-lain.
Peningkatan kinerja didukung oleh penurunan biaya dan beban sebesar 7,7 persen menjadi Rp 8,7 triliun, serta peningkatan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 820 miliar. Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak lepas dari strategi perusahaan, termasuk migrasi penuh ke Alibaba Cloud dan Tencent Cloud yang diproyeksikan memotong biaya cloud tahunan lebih dari 50 persen.
Inisiatif strategis lainnya meliputi pembentukan pusat teknologi di China untuk mengakses talenta rekayasa global dan peluncuran model kecerdasan artifisial (AI) berbasis bahasa Indonesia dan daerah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pertumbuhan GoTo di masa depan.


































