Indonesia Hadapi Raksasa Timur Tengah di Kualifikasi Piala Dunia 2026

6
Pesepakbola Timnas Indonesia Calvin Verdon hendak melepaskan tendangan dikawal back Timnas Arab Saudi Sultan Al Ghannam dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia vs Arab Saudi pada Selasa (19/11/2024) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Pesepakbola Timnas Indonesia Calvin Verdon hendak melepaskan tendangan dikawal back Timnas Arab Saudi Sultan Al Ghannam dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia vs Arab Saudi pada Selasa (19/11/2024) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

BeritaYogya.com – Pengundian untuk babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia telah dilaksanakan di AFC House, Kuala Lumpur, pada Kamis (17/7/2025) siang waktu Indonesia. Hasilnya, Timnas Indonesia masuk ke dalam Grup B, di mana mereka akan berhadapan dengan dua kekuatan besar, yaitu Arab Saudi dan Irak. Sementara itu, Grup A diisi oleh Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman.

Kompetisi pada putaran keempat, yang rencananya digelar pada 8-14 Oktober 2025, akan menggunakan sistem round-robin dengan Arab Saudi bertindak sebagai tuan rumah untuk Grup B. Hanya juara grup yang akan melaju langsung ke Piala Dunia 2026. Tim yang berada di posisi kedua masih memiliki peluang dengan harus melalui babak kelima, yaitu sistem gugur dua leg pada 13 dan 18 November 2025, untuk memperebutkan satu tiket playoff antarkonfederasi.

Meski berada dalam grup yang berat, pengamat sepak bola nasional Weshley Hutagalung menyatakan bahwa peluang Indonesia untuk lolos masih terbuka. Syaratnya, tim Garuda harus mampu memanfaatkan setiap celah dan mempersiapkan semua aspek dengan sangat matang. Weshley mengungkapkan bahwa tergabung bersama tuan rumah Arab Saudi justru bisa menjadi sebuah harapan, namun ia mengingatkan bahwa hasil pertemuan di putaran ketiga tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk pertandingan mendatang.

Arab Saudi, yang menjadi lawan pertama Indonesia, memang pernah ditahan imbang di kandang sendiri dan dikalahkan di Stadion SUGBK pada babak sebelumnya. Namun, Weshley menekankan agar tim tidak terbuai oleh sejarah singkat tersebut. Ia memperingatkan bahwa kekuatan Arab Saudi tidak akan sama, dan meski sedang tidak dalam performa terbaik, mereka memiliki kemampuan dan pengalaman untuk bangkit dari tekanan.

Faktor penting lainnya adalah kembalinya pelatih Herve Renard yang memimpin Arab Saudi. Weshley menjelaskan bahwa Renard sangat memahami gaya bermain yang tepat untuk timnya, dan pengalamannya melatih di Arab Saudi pada periode 2019–2023 menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi para pemain.

Di sisi lain, ketidakhadiran Qatar dalam Grup B juga menuai analisis tersendiri. Weshley mempertanyakan apakah benar Indonesia beruntung tidak segrup dengan Qatar. Ia mengisyaratkan adanya hubungan harmonis antara Qatar dengan FIFA sebagai otoritas sepak bola dunia, dan mencatat bahwa rekor pertemuan Indonesia dengan Qatar sejauh ini masih didominasi oleh pihak lawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini