
BeritaYogya.com – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan kritiknya terhadap praktik ekonomi yang tidak berkeadilan dengan menyebut istilah ‘serakahnomics’. Dalam sebuah acara, ia bahkan meminta agar universitas-universitas di Indonesia membuka program studi khusus yang membahas mazhab ekonomi serakah ini.
Prabowo mencontohkan kelangkaan minyak goreng yang pernah terjadi sebagai bukti nyata dari sistem ekonomi yang serakah, dimana Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia justru mengalami krisis komoditas tersebut.
Presiden juga menyoroti praktik penyelewengan dalam distribusi beras yang merugikan negara hingga Rp 100 triliun per tahun, dimana beras biasa dikemas ulang dan dijual sebagai beras premium.
Menurutnya, dana sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan pesantren di seluruh Indonesia. Prabowo mengungkapkan telah memberikan perintah tegas kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengusut, menindak, dan menyita aset yang terkait dengan kecurangan-kecurangan ekonomi tersebut.

































