Mengenal Lebih Dekat Bapak Proklamator Mohammad Hatta

9
Bapak Proklamator, Mohammad Hatta (Foto: Info Biografi)

BeritaYogya.com – Bapak Proklamator Mohammad Hatta telah memberikan banyak inspirasi bagi bangsa Indonesia. Bersama dengan Soekarno, Bung Hatta menjadi sosok pahlawan bangsa yang sempurna, baik secara pribadi maupun dalam peran sebagai pejabat.

Salah satu ciri yang paling diingat dari sosok Bung Hatta adalah kesederhanaannya dalam menjalani kehidupan, meskipun ia lahir dalam keluarga yang kaya dan berpengaruh di masanya. Meskipun keluarganya memiliki kekayaan yang substansial, ia tetap memilih untuk hidup sederhana. Ini disebabkan oleh kesaksian atas kemiskinan yang diderita oleh rakyatnya selama masa penjajahan Belanda. Pilihan hidup sederhana ini tidak pernah membuatnya goyah, meskipun ia memiliki kemampuan untuk menikmati kemewahan masa itu.

Sikap sederhananya berkembang saat ia menimba ilmu di Belanda, di mana ia melihat betapa rakyat Indonesia dieksploitasi dan kekayaannya diuras oleh Belanda. Ini memperkuat tekadnya untuk segera memerdekakan Indonesia. Didikan dari orang tuanya membentuknya untuk peka terhadap kondisi sekitarnya dan meyakini bahwa keikhlasan dan keyakinan pada Tuhan adalah hal yang mendasar dalam hidup. Ia memilih jalan kesederhanaan dan tidak pernah tergoda oleh kekayaan.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Belanda, ia kembali ke tanah air dan tetap hidup dengan sederhana, meskipun memiliki gelar sarjana ekonomi yang bisa memberinya pekerjaan dengan gaji tinggi. Namun, ia lebih memilih untuk berjuang demi kemerdekaan.

Tentu saja, perjuangan tidak datang tanpa risiko, dan Bung Hatta sering diasingkan oleh Belanda dari satu pulau ke pulau lainnya dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Namun, hal ini hanya memperkuat tekadnya untuk tetap hidup sederhana dan terhubung dengan masyarakat sekitar.

Kesederhanaan Bung Hatta juga terlihat dalam tindakannya selama menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia selalu menolak menerima uang yang bukan haknya dan menampik pemberian amplop dari pejabat-pejabat daerah yang ia kunjungi. Ia merasa bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi telah ditanggung oleh negara.

Meskipun sudah pensiun dari jabatan sebagai Wakil Presiden, kesederhanaan tetap menjadi bagian dari hidupnya. Ia bahkan harus mulai menulis dan mengajar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena pensiunnya tidak cukup untuk membayar tagihan-tagihan rutinnya. Beruntung, Ali Sadikin, mantan Gubernur Jakarta, membantu membebaskan Bung Hatta dari beban finansial ini.

Kesederhanaan Bung Hatta adalah sesuatu yang dihargai oleh banyak orang, termasuk Presiden Soeharto, yang merasa bahwa bangsa ini berhutang budi padanya. Bahkan dalam surat wasiatnya, Bung Hatta meminta agar ia dimakamkan di pemakaman umum agar selalu dekat dengan rakyat yang telah ia perjuangkan. Hari kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari perjuangan Proklamator Soekarno-Hatta dan pejuang-pejuang lainnya, dan kita memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here