Analis Proyeksi Kinerja Perbankan Membaik Usai BI Turunkan Suku Bunga

12
Ilustrasi Investasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Investasi (Foto: Istimewa)

BeritaYogya.com – Analis Phillip Sekuritas, Edo Ardiansyah, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan dapat menjadi katalis positif bagi kinerja sektor perbankan nasional. Penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Agustus 2025 dipandang akan memperlebar margin bunga bersih (NIM) perbankan, karena penurunan biaya dana biasanya lebih cepat dibandingkan penyesuaian suku bunga pinjaman.

Kebijakan ini merupakan kali keempat BI menurunkan suku bunga sepanjang 2025, dengan total penurunan 125 bps dari level puncak 6,25 persen. BI menyatakan langkah ini didukung oleh inflasi yang terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Edo memproyeksikan bahwa penurunan suku bunga akan mendorong peningkatan permintaan kredit pada semester II-2025, yang pada akhirnya berdampak positif pada profitabilitas bank. Seluruh industri perbankan, dari bank besar hingga kecil, diperkirakan akan merasakan dampak ini, meskipun bank yang telah berhasil menjaga NIM di era suku bunga tinggi – seperti PT Bank Woori Saudara Indonesia Tbk (BWS) – akan lebih diuntungkan.

Bank-bank besar seperti BRI, Bank Mandiri, dan BCA juga diprediksi memperoleh keuntungan dari tren ini melalui penurunan biaya pendanaan dan potensi ekspansi kredit. Namun, Edo mengingatkan pentingnya menjaga disiplin manajemen risiko agar ekspansi kredit tidak menyebabkan peningkatan non-performing loan (NPL).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini