
BeritaYogya.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa dirinya akan melakukan pertemuan koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada hari Kamis (7/8/2025). Agenda utama pertemuan ini adalah membahas penanganan dana bantuan sosial (bansos) senilai Rp 2,1 triliun yang mengendap dalam rekening tidak aktif (dorman) milik sekitar 10 juta penerima.
Pertemuan ini juga akan membahas temuan PPATK mengenai 600.000 penerima bansos yang terindikasi bermain judi online. Gus Ipul menyatakan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 228.000 orang telah dicoret dari daftar penerima bansos mulai triwulan ketiga tahun ini. Sementara itu, status sekitar 300.000 penerima lainnya masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.
Temuan lain dari PPATK yang turut menjadi perhatian adalah adanya lebih dari 140.000 rekening yang tidak aktif selama lebih dari sepuluh tahun dengan total dana mencapai Rp 428,6 miliar. Rekening-rekening dorman ini dinilai rentan disalahgunakan karena tidak adanya pembaruan data nasabah.

































