BeritaYogya.com – Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi pada Selasa (2/9/2025), melampaui $3.500 per ons. Peningkatan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, salah satunya adalah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pasar yang meningkat terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS pada September 2025. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 30%.
Menurut analis pasar keuangan dari Capital.com, Kyle Rodda, kenaikan harga emas dipicu oleh kondisi ekonomi yang melemah dan dugaan penurunan suku bunga AS.
Ia menambahkan bahwa faktor lain adalah memburuknya krisis kepercayaan terhadap aset dolar AS akibat kritik keras Presiden AS Donald Trump terhadap independensi The Fed.
Trump telah berulang kali mengkritik The Fed dan ketuanya, Jerome Powell, karena tidak menurunkan suku bunga, bahkan sampai mengkritik renovasi kantor pusat The Fed.
Meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan The Fed harus independen, ia juga menambahkan bahwa The Fed telah membuat banyak kesalahan.
Para trader memperkirakan ada 90% kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 17 September 2025, yang semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi yang aman.


































