Keberhasilan Batik Tulis Maranatha Ongs di KTT ASEAN

18
Batik Tulis Lasem Maranatha Ongs ( Foto : Pemprov Jateng)
Batik Tulis Lasem Maranatha Ongs ( Foto : Pemprov Jateng)

BeritaYogya.com – Partisipasi karya batik tulis dari Henri Setiawan, seorang perajin batik tulis Lasem Maranatha Ongs, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 yang berlangsung di Jakarta, telah meninggalkan kesan mendalam. 

Karyanya digunakan oleh beberapa pemimpin negara anggota ASEAN saat acara gala dinner di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Henri Setiawan mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya karena karya batik tulisnya, yang dikerjakan bersama dengan beberapa perajin lain, dipilih untuk digunakan oleh para pemimpin negara-negara ASEAN. 

Pengalaman ini telah memberikan dorongan semangat yang besar dalam proses karyanya.

Henri menceritakan bahwa pada tanggal 15 Juli 2023, ada tamu dari Sekretaris Negara yang mengunjungi rumahnya di Desa Karangturi. 

“Awalnya saya pikir bercanda, sampai akhirnya mereka membuktikan bahwa mereka dari kementerian. Lalu, mereka menjelaskan niat mau membeli batik untuk KTT ASEAN,” tutur Henri, saat dihubungi pada Senin (18/9/2023).

Menurut Henri, kunjungan mereka pertama kali bukan untuk pembelian langsung, melainkan untuk melakukan kurasi atau pemilihan batik, mengingat bahwa batik pesisiran tidak hanya berasal dari Lasem. Kemudian, mereka kembali pada tanggal 15 Agustus 2023 untuk memastikan bahwa tamu KTT ASEAN akan mengenakan produk batik dari Maranatha.

“Mereka ke beberapa tempat, kan batik pesisiran banyak di Lasem,” tambahnya.

Lebih lanjut, Henri mengungkapkan bahwa perwakilan pemerintah datang ke rumahnya dan melakukan pemilihan produk. 

Seluruh proses ini sangat mengejutkan, dan produk yang dibeli diinspeksi dengan sangat teliti terkait kualitasnya.

“Perasaannya ya senang, karena dari beberapa tempat dan pesisir banyak perajin. Bangga juga bisa mewakili perajin Rembang, paling tidak bisa membanggakan kabupaten dengan karyanya kita. Apalagi itu kurasinya langsung dari istana,” ungkap Henri.

Dia berharap bahwa batik tulis Lasem semakin dikenal secara internasional, dan dia mendorong generasi muda untuk lebih bangga dengan seni budaya mereka sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here