Kemenag Perkuat Keterampilan Instruktur Nasional di Madrasah

18
Kementerian Agama membekali para Instruktur Nasional untuk program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Madrasah dengan keterampilan mengunakan Learning Management System (LMS) (Foto: Kemenag)

BeritaYogya.com – Kementerian Agama telah memberikan pelatihan kepada para Instruktur Nasional yang terlibat dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Madrasah untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan Learning Management System (LMS). Kegiatan pelatihan ini melibatkan 50 instruktur nasional dan berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 28 hingga 30 September 2023.

LMS adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mendistribusikan, membuat, dan mengelola konten pembelajaran.

Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, mengingatkan bahwa tugas instruktur nasional dalam membina guru madrasah sangatlah berat. Oleh karena itu, mereka perlu memiliki integritas, profesionalitas, dan kemampuan untuk berinovasi.

Ramdhani mengatakan, “Seorang instruktur nasional setelah ditetapkan harus memiliki komitmen menjalankan tugasnya membina para guru sesuai ruang lingkup tugasnya.” 

Ia juga mengakui bahwa seringkali keterbatasan anggaran dapat menjadi kendala, tetapi ia menekankan bahwa dengan integritas dan profesionalitas, instruktur nasional harus tetap berusaha untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Ramdhani juga menggarisbawahi pentingnya inovasi berkelanjutan dalam pendidikan. Ia menyatakan, “Seorang pendidik yang berhenti dari berinovasi, pada hakikatnya ia telah mati sebelum kematian yang sebenarnya.”

Anis Masykhur, Kepala Subdit Bina Guru Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Aliyah (GTK MA/MAK), yang juga merupakan Wakil Koordinator PMU Komponen 3 REP-MEQR, menambahkan bahwa pelatihan instruktur nasional bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar mahir dalam menggunakan LMS untuk program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Madrasah. “Peningkatan Kompetensi guru melalui PKB yang nantinya akan diselenggarakan oleh pokja guru 100% berbasis LMS,” katanya.

Menurut Anis, dengan melihat perubahan tren dalam dunia usaha, di mana banyak pedagang beralih ke model bisnis daring, maka pendidikan di madrasah juga harus mengadopsi pola pembelajaran daring. Anis menegaskan pentingnya pendekatan “blended learning,” yang menggabungkan model pembelajaran daring dan tatap muka, untuk memastikan efektivitas pendidikan.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, instruktur nasional akan mendampingi fasilitator PKB Guru di tingkat provinsi dan daerah. Pendekatan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi antrian guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here