Kontroversi Wagub Jabar, Dukung Poligami sebagai Solusi Menghentikan Penyebaran HIV/AIDS Hingga Data Yang Salah.

19
Kontroversi Solusi Pencegahan HIV Oleh Uu Ruzhanul Wagub Jabar

BeritaYogya.Com – Uu Ruzhanul Ulum wakil Gubernur Jawa Barat mengusulkan agar para istri memberi izin  suami untuk melakukan poligami dengan tujuan untuk menekan angka penderita HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga.
Uu meminta para pria yang sudah menikah tidak lagi “jajan sembarangan” yang dapat menimbulkan terjadinya penularan HIV/ AIDS kepada para istri dan anak-anaknya.

“Dari pada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil kenapa tidak? Makanya daripada ibu kena (HIV/ AIDS) sementara ketahuan suami seperti itu mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami,” kata Uu dalam keterangan tertulis pada Selasa 30 Agustus.

Uu berpendapat,bahwa sosok suami harus mampu berkomunikasi dengan para istrinya jika  merasa punya kemampuan untuk berpoligami. UU mengatakan bahwa ia siap memfasilitasi masyarakat yang ingin menikah lagi demi mencegah penyebaran HIV/AIDS.

“Kalau perlu masyarakat ingin nikah tidak ada biaya, kenapa tidak? Saya akan konsultasi dengan Pak Gubernur untuk ada program (nikah massal) itu, kita kan pemerintah harus respons terhadap keinginan masyarakat, kalau perlu Pemprov mengadakan nikah massal bagi yang tidak punya biaya,” katanya.

Uu menyebut , dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandung, terdapat 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021. Dari jumlah tersebut, 11 persen di adalah ibu rumah tangga.

Uu mengatakan bahwa salah satu pemicu terjadi penyebaran HI/AIDS ini adalah suami yang melakukan hubungan seks tidak menggunakan pengaman dengan pekerja seks. Selain itu sebanyak 6,9 persen atau 414 kasus tersebut adalah mahasiswa.

“Sekarang kan sedang viral di Bandung ternyata ibu-ibu banyak yang kena HIV/AIDS. Kedua, anak-anak muda banyak juga yang kena,” ungkap Uu.

Uu menegaskan dalam agama Islam, perzinahan sangat dilarang. Maka pernikahan menjadi solusi untuk mencegah seseorang melakukan perbuatan zina tersebut.

Menurut Uu, pendidikan terkait seks juga harus lebih serius diberikan kepada generasi muda agar terhindar dari perbuatan terlarang tersebut.

“Nah menurut saya, di samping harus ada pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS, kemudian juga tentang pendidikan seks terhadap masyarakat dan juga penyuluhan dari pemerintah tentang HIV/ AIDS, masyarakat sendiri harus mempunyai keberanian untuk bersikap,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan bahwa dirinya tidak setuju dengan pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum tentang poligami sebagai solusi pencegahan penulara HIV/AIDS.

Kang Emil, sapaan akrabnya mengkoreksi data kasus HIV/AIDS yang disampaikan Uu. 414 kasus HIV di Kota Bandung adalah akumulasi dari data selama 30 tahun sejak 1991-2021. Jelas bahwa ini bukan data yang diperoleh dalam jangka waktu 1 tahun.

Ridwal Kamil juga menegaskan bahwa Pemprov Bandung terus berupaya untuk terus menemukan solusi untuk mencegah penularan HIV/AIDS.

“Pemprov Jabar fokus pada kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan IMS di Provinsi Jawa Barat. Ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here