Terpantau Aktivitas Gunung Merapi Yang Kembali Mengeluarkan Lava

14
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat

BeritaYogya.Com – Gunung Merapi terpantau mengeluarkan sejumlah guguran lava dan aktivitas kegempaan dalam sepekan terakhir.  Sampai saat ini Gunung Merapi terpantau Siaga.

Dua kubah lava teramati tidak mengalami perubahan signifikan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan selama sepekan terakhir, Gunung Merapi meluncurkan sebanyak 13 guguran lava.

“Ke arah barat daya, domonan ke sungai Bebeng dengan jarak luncur 1.900 meter,” ujarnya, Sabtu 24 September 2022.

Adapun perkembangan dua kubah lava Gunung Merapi saat ini, kubah sebelah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Untuk kubah tengah juga dalam pengamatan tidak adanya perubahan morfologi yang signifikan.

“Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.624.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik,” ungkap Agus.

Pada aktivitas kegempaan, intensitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini masih cukup tinggi.

Tercatat terjadi 294 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 57 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 282 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF).

“Lalu 504 kali gempa Guguran [RF], 62 kali gempa Hembusan [DG], dan 9 kali gempa Tektonik [TT]. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan pemendekan jarak sebesar 0,8 cm per hari,” paparnya.

Pada Rabu 21 September 2022, terjadi hujan dengan intensitas cukup lebat, hal ini juga terjadi lagi pada minggu, saat petugas berada di Pos Pengamatan Gunung Merapi, dengan intensitas curah hujan sebesar 14 mm/jam selama 50 menit.

 Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Dari data pengamatan tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, berupa aktivitas erupsi efusif.

Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here