Dr. R. Stevanus : “Pancasila sebagai Ideologi Bangsa sudah Final dan Masih Relevan di Era Digital”

27
Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM., Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia.

BeritaYogya.Com – Hingga saat ini perubahan signifikan terjadi diberbagai belahan dunia. Kemudahan dalam implementasi teknologi informasi dan komunikasi diberbagai sektor mempercepat perubahan dan pergeseran paradigma di masyarakat secara luas. 

Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 274 juta jiwa menjadikan Indonesia salah satu negara yang berpotensi untuk menjadi negara maju. ditambah dengan percepatan implementasi teknologi informasi dan komunikasi disertai dengan perubahan business model akan mempengaruhi mempercepat perubahan dan peningkatan dan pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya.

Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM., Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia menyatakan bahwa perubahan yang terjadi saat ini diberbagai sektor didorong adanya implementasi teknologi informasi dan komunikasi dan tanpa disadari effect covid-19 juga mendorong percepatan implementasi teknologi informasi dan komunikasi disegala bidang. 

“Penerapan business model seperti sharing economy juga mendorong berbagai sektor industri semakin kreatif dalam berproses, hingga menyajikan pelayanan/services dan produk kepada masyarakat,” pungkas Dr. R. Stevanus. 

Di Hari Lahir Pancasila menurutnya, dengan kondisi perubahan di era digital, Pancasila tetap relevan digunakan sebagai Ideologi Bangsa.

Pancasila dijelaskannya, merupakan Ideologi yang dapat mempersatukan Indonesia. 

“Perbedaan suku, agama, ras, adat, kebudayaan dan kepercayaan di Indonesia cukup beragam dan Pancasila yang mampu mempersatukan perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Nilai-nilai yang dikandung dalam Pancasila masih tetap relevan, seperti semangat gotong royong, kerjasama, kolaborasi, saling menghormati dan semangat solidaritas yang terkandung didalamnya merupakan akar budaya yang sudah turun menurun dan mandarah daging dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia. 

“Dimana nilai-nilai tersebut masih sangat relevan untuk tetap digunakan di era disrupsi saat ini,” tambah Dr. R. Stevanus.

Selain itu, Dr. R. Stevanus juga menyampaikan, bahwa implementasi teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat ditambah dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadikan Indonesia memiliki potensi sebagai Negara Maju. 

Potensi yang sangat luar biasa dimana lebih dari 75% penduduk Indonesia merupakan penduduk dalam kategori produktif dengan didominasi anak muda. 

Ditegaskannya, Pancasila sebagai dasar negara, tetap perlu diperkuat agar persatuan sebagai modal utama mencapai Indonesia Maju bisa terwujud. Sehingga segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila perlu dengan tegas di lawan oleh semua pihak secara bersama-sama.

“Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila telah mengalami perjalanan panjang melalui berbagai diskusi dan kajian yang mendalam oleh pemerintah dan berbagai kalangan. Dengan penetapan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai Hari Libur Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016.  Bertujuan agar pemerintah, masyarakat dan seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai Ideologi bangsa. Hal demikian ini menjadi salah satu bentuk cara untuk memperkuat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa yang sudah final,” Ungkap Dr. R. Stevanus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here