Elon Musk dan Alasan Di Balik Matinya Layanan Starlink di Ukraina

3
Ilustrasi Starlink (Foto: iStock)

BeritaYogya.com – Layanan Starlink dimatikan oleh Elon Musk di Ukraina ketika negara tersebut memerlukan jaringan untuk meluncurkan rudal ke kapal perang Rusia yang mendekat.

Akibat dari tindakan pemadaman layanan oleh Musk di Ukraina, Kyiv tidak berhasil melancarkan serangan terhadap Kremlin, sehingga militer Vladimir Putin berhasil menduduki wilayah penting di negara tersebut pada tahun 2022.

Dalam unggahan terbarunya di Twitter, Elon Musk menyatakan bahwa ia memiliki alasan yang kuat mengapa ia mematikan layanan Starlink saat Ukraina bersiap untuk meluncurkan rudal.

Orang terkaya di dunia tersebut mengaku tidak ingin perusahaannya terlibat dalam konflik militer. Selain itu, memungkinkan Ukraina untuk melakukan manuver tersebut dapat menjadi penyebab terjadinya Perang Dunia III.

Namun, dari perspektif sejarah, kedatangan Starlink di Ukraina dianggap sah.

Sejarah Starlink di Ukraina

Dilansir oleh Reuters, perusahaan Elon Musk, SpaceX, mengirimkan terminal Starlink ke Ukraina setelah invasi Rusia pada Februari 2022. Starlink menjadi jaringan yang dimanfaatkan oleh Ukraina setelah Rusia memutus semua konektivitas di negara tersebut.

Sejak saat itu, terminal satelit berkecepatan tinggi buatan SpaceX itu telah menjadi tulang punggung komunikasi digital militer Ukraina.

Meskipun tersimpan dengan rahasia, terminal WiFi kecil ini memiliki peran yang sangat penting, sehingga banyak tentara menyatakan bahwa keberadaannya sangat krusial dan vital bagi keselamatan mereka.

Menurut laporan Washington Post, ada sekitar 42.000 terminal Starlink yang tersebar di Ukraina, yang menyediakan layanan komunikasi bagi militer, pemerintah, dan masyarakat sipil.

Starlink masuk ke Ukraina secara legal, karena SpaceX telah memenangkan kontrak dengan Pentagon untuk menyediakan layanan satelit ke Ukraina.

“Pentagon terus bekerja sama dengan berbagai mitra global untuk memastikan Ukraina memiliki kemampuan komunikasi satelit yang handal yang mereka butuhkan. Komunikasi satelit adalah bagian penting dari infrastruktur komunikasi Ukraina, dan departemen ini telah mengadakan kontrak dengan Starlink untuk layanan semacam ini,” demikian pernyataan resmi dari Pentagon pada tahun 2022.

SpaceX, melalui kontrak dengan badan bantuan luar negeri AS serta sumbangan pribadi, telah menyediakan layanan internet Starlink kepada Ukraina dan militer negara tersebut.

Kontrak dengan Pentagon merupakan keuntungan bagi SpaceX, mengingat Musk sebelumnya menyatakan bahwa ia tidak dapat membiayai Starlink di Ukraina tanpa batasan waktu.

Menurutnya, biaya pemeliharaan layanan tersebut mencapai $20 juta per bulan.

Rusia sendiri telah mencoba untuk memutuskan dan menghentikan layanan internet di Ukraina, termasuk upaya memblokir Starlink di wilayah tersebut, namun upaya tersebut tidak berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here