Kabupaten Bantul Menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik RPJPD

13
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bantul Tahun 2025-2045 (Foto : Pemkab Bantul)

BeritaYogya.com – Dalam rangka mengumpulkan pendapat dan masukan dari masyarakat terkait pembangunan Kabupaten Bantul, diselenggarakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bantul Tahun 2025 – 2045 di Pendopo Parasamya pada Senin (27/11/2023).

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai perangkat daerah, panewu, lurah, LSM, organisasi masyarakat, akademisi, dan perwakilan tokoh-tokoh masyarakat di Kabupaten Bantul. 

Narasumber dalam acara tersebut berasal dari Bappeda DIY, yang membahas Arah Pembangunan DIY Tahun 2025-2045, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, yang menyampaikan Visi Kabupaten Bantul dalam RPJPD Tahun 2025-2045, dan seorang akademisi dari UGM, yang memaparkan Rancangan Awal RPJPD Kabupaten Bantul Tahun 2025-2045.

Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, dalam laporannya menyatakan bahwa proses penyusunan rancangan awal melibatkan serangkaian tahapan yang memerlukan waktu yang cukup panjang, termasuk pembahasan, penyempurnaan rancangan awal, dan forum konsultasi publik. 

Ia juga menegaskan bahwa setelahnya akan ada langkah-langkah lain hingga penetapan Raperda RPJPD.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan bahwa RPJPD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 20 tahun. 

Dokumen ini merupakan manifestasi dari tujuan pendirian pemerintahan daerah dalam bentuk visi, misi, dan arah pembangunan daerah jangka panjang. 

Halim menekankan bahwa RPJPD adalah dokumen teknokratis yang disusun secara terstruktur, terarah, terpadu, terukur, menyeluruh, dan responsif terhadap perubahan.

“Pembangunan Kabupaten Bantul bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah rata-rata nasional, ketimpangan pendapatan yang tinggi, tingkat kemiskinan yang masih signifikan, tingkat pengangguran yang tinggi, serta rendahnya komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seperti Umur Harapan Hidup (UHH) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS),” tutur Halim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here