Kementerian PUPR Mendukung Pengembangan Food Estate di Humbahas

15
Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Food Estate (Foto: Kementerian PUPR)

BeritaYogya.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memberikan dukungan untuk pengembangan lahan potensial food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara (Sumut) sebagai lumbung pangan nasional.

Menurut Kasubdit Air Tanah dan Air Baku Wilayah 1 Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Costandji Nait, program pengembangan Food Estate merupakan inisiatif dari Kementerian Pertanian yang membutuhkan dukungan dalam penyediaan air baku untuk pertanian Hortikultura dengan target awal seluas 1.000 hektar (ha). Pernyataan ini disampaikan saat mendampingi Anggota Komite II DPD RI dalam kunjungan kerja mereka untuk meninjau pembangunan Food Estate di Kabupaten Humbahas pada tanggal 4 Agustus 2023.

Pembangunan infrastruktur food estate Humbahas di sektor sumber daya air (SDA) telah ditangani oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II TA 2020-2023 dengan anggaran senilai Rp144,4 miliar untuk pembangunan jaringan perpipaan air baku. Selain itu, ada dana senilai Rp7,5 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan penyediaan air baku Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung, yang merupakan pusat riset untuk menghasilkan bibit komoditi pangan yang unggul.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera I juga telah memberikan dukungan dengan membangun konektivitas ke kawasan Food Estate Humbahas (TA 2020- 2021) melalui pembangunan jalan akses sepanjang 8,59 km, pembangunan jalan akses TSTH2 sepanjang 8,60 km, dan dua buah jembatan (Jembatan Aek Nauli I dan Parsingguran) masing-masing sepanjang 25 meter. Pada tahun berikutnya, yaitu TA 2021-2022, dilakukan pembangunan jalan akses sepanjang 5,70 km ke kawasan TSTH2 Pollung.

Kementerian PUPR juga telah berkontribusi pada pengembangan Food Estate Humbahas melalui pembangunan fasilitas di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung melalui APBN TA 2021-2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp90,4 miliar oleh kontraktor PT. Brantas Abipraya (Persero). Proyek ini mencakup berbagai fasilitas seperti Gedung Riset Pertanian, Gedung Riset Herbal I, Smart Green House, Screen House, Gedung Rumah Kontrol Pertanian, Gedung Mess Karyawan, Gedung Utilitas Riset, Gardu Listrik, Lab. IPA, Reservoir, Rumah Jaga, Infrastruktur Kawasan, Pagar Keliling, dan Sebagian Vegetasi pada Kawasan TSTH2.

Kunjungan kerja oleh Anggota Komite II DPD RI ke pembangunan Food Estate Humbahas bertujuan untuk melakukan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 tentang Pangan. Mereka berharap bahwa peran Food Estate dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan pemerintah pusat dalam menggulirkan program food estate dengan memanfaatkan lahan tidur. Program ini dianggap memberikan dampak positif terhadap peningkatan penghasilan petani di daerah tersebut. Para petani dapat mengelola lahan yang tadinya tidak produktif dan menanam berbagai komoditas yang diminati oleh pasar.

Seorang petani, Parulian (47), juga memberikan testimoninya tentang manfaat proyek ini. Menurutnya, sejak proyek tersebut dimulai pada tahun 2020, banyak manfaat yang telah dirasakan oleh para petani. Mereka dapat dengan mudah mengelola lahan dan menanam berbagai komoditas seperti buncis, kentang, dan bawang. Selain itu, infrastruktur seperti jalan dan irigasi juga telah ditingkatkan.

Selama kunjungan ini, turut hadir Kasubdit Air Tanah dan Air Baku Wilayah 1 Ditjen Sumber Daya Air Costandji Nait, PPK 2.7 Sumatera Utara Sahala Osendra Rumapea, dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Sumatera Utara Popy Pradianti Hastuty.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here