Kota Yogyakarta Fokus pada Pelaksanaan Program Keluarga Harapan

25
Pemberian Motivasi dan Penguatan kepada 39 SDM ( Foto : Pemkot Jogja )

BeritaYogya.com – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki tanggung jawab yang patut dihargai dalam memastikan kelancaran pelaksanaan PKH di berbagai wilayah. 

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, saat memberikan motivasi dan penguatan kepada 39 Sumber Daya Manusia (SDM) Pendamping PKH Kota Yogyakarta  di Gedung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga pada Rabu (11/10/2023). 

Singgih Raharjo menggarisbawahi betapa pentingnya data dalam konteks pelaksanaan PKH.

“Para pendamping PKH, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, memiliki peran yang sangat erat terkait dengan data. Oleh karena itu, dalam melakukan verifikasi lapangan dan pembaruan data, penting untuk memastikan bahwa data tersebut sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Kita berharap bahwa semakin banyak keluarga yang memenuhi syarat untuk PKH, semakin baik,” tuturnya.

Singgih juga menjelaskan bahwa PKH, yang merupakan program Kementerian Sosial, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Yogyakarta secara sosial dan ekonomi. 

Namun, yang perlu dilakukan bersama adalah bagaimana mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan, yang mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa para pendamping PKH harus memiliki motivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan mereka, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dalam membimbing dan memberikan pengetahuan kepada peserta PKH. 

Tujuannya adalah meningkatkan taraf hidup mereka dan membantu mereka keluar dari kemiskinan.

Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, mengungkapkan bahwa saat ini ada 39 SDM Pendamping PKH yang semuanya adalah penduduk Kota Yogyakarta. 

Mereka terdiri dari 1 koordinator dan 38 pendamping yang tersebar di 14 kemantren.

“Pendamping PKH memiliki banyak peran dalam pekerjaannya, termasuk pendataan, mendampingi program komplementer PKH, melakukan verifikasi, dan mengampu pertemuan peningkatan kemampuan keluarga atau P2K2,” ungkap Maryustion. 

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya kegiatan penguatan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para pendamping PKH.

Maryustion juga mencatat bahwa pada tahap 3 tahun 2023, jumlah penerima PKH di Kota Yogyakarta telah turun menjadi 12.512 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dibandingkan dengan tahap 2 tahun 2023 yang sebelumnya mencapai 13.960 KPM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here