AI Mengarah Distrupsi Dunia Pendidikan

82
Dr. R. Stevanus - Artificial Intellegence (AI) akan membawa Disrupsi Dunia Pendidikan

Saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat. Transformasi digital diberbagai sektor terus terjadi. Di era digital yang semakin maju saat ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) semakin banyak diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk di dunia pendidikan.

Dengan kemajuan teknologi dan implementasinya di dunia Pendidikan, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi belajar, mempermudah akses informasi dan pengelolaan data, memfasilitasi pengolahan data dan informasi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan pengalaman siswa & pengajar, dan menghemat waktu serta dapat juga menghemat biaya dalam pengelolaan & pengembangan institusi Pendidikan berbasiskan digital.

Oleh karena itu, AI memiliki sangat berpotensi untuk merevolusi dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan atau bahkan mendisrupsi tata Kelola Pendidikan yang ada saat ini.

Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar untuk mengubah wajah pendidikan modern di Dunia bahkan di Indonesia.
Pemanfaatan AI dapat mendorong terbukanya personalisasi pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan dari siswa, pengajar serta disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki.

Kurikulum pendidikan pasti akan sangat terdistrupsi dan perlu menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan pasar. Pemanfaatan teknologi dimana didalamnya berkembang AI, akan mengubah kondisi pasar dan menuntut output dari Pendidikan bisa selaras dengan kondisi perkembangan jaman.

AI semakin cepat, akurat, semakin muktahir dalam pemrosesan data. AI dapat membantu mengumpulkan dan menganalisis data pendidikan, sehingga dapat diambil keputusan yang lebih baik dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran.

Kemudahan akses melalui Internet dari mana saja, kapan saja tanpa ada Batasan ruang dan waktu, memberikan kesempatan melalui AI dapat membantu dalam pembelajaran jarak jauh dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif melalui platform online.

AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk dunia kerja yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat di era digital, namun demikian ada tantangan yang harus juga mendapatkan perhatian.

Meskipun AI memiliki banyak potensi positif dalam sektor pendidikan, ada juga beberapa hal negatif yang perlu diperhatikan seperti ada kemungkinan ketergantungan terhadap teknologi berpotensi siswa mengalami kedangkalan berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan suatu masalah.

Kemudahan interaksi langsung dengan berbagai perangkat teknologi menjadikan berkurangnya interaksi sosial. pembelajaran jarak jauh dan penggunaan AI secara berlebihan, interaksi sosial antara siswa dan antara siswa dan guru dapat berkurang, yang dapat mengurangi kemampuan siswa untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Kemampuan interpersonal dengan cara berinteraksi secara langsung ditenggarai akan berkurang.

Semakin banyaknya data dan informasi yang terkumpul terpusat juga menjadikan adanya kerentanan terhadap keamanan data. Sistem yang dibangun untuk mengumpulkan, memproses hingga menyajikan informasi apakah cukup aman.

Selain hal tersebut juga ada hal negatif lainnya yang perlu mendapatkan perhatian yaitu terjadinya bias informasi yang disajikan dari pengolahan data dari AI. AI dapat menghasilkan kesalahan dan bias, terutama jika data, informasi hingga model dan algoritma tidak dikembangkan secara tepat dan benar. Hal demikian juga dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan kondisi yang diharapkan dalam proses pembelajaran.

Yang terakhir dan menjadikan adanya distrupsi cukup besar adalah berkurangnya peran pengawasan manusia dalam hal ini guru / pengajar dalam keterlibatan proses pembelajaran. AI bisa menggantikan peran interaksi yang biasanya dilakukan oleh guru/pengajar.

Indonesia sebagai salah satu negara yang terus berkembang dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi cukup pesat mau tidak mau akan bertransformasi. Pemanfaatan AI di berbagai sektor tinggal menunggu waktu terjadi secara massive termasuk juga di sektor Pendidikan. Namun demikian sebagai negara berkembang terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan dan implementasi AI khususnya di sektor Pendidikan.

Infrasuktur Teknologi yang terus dikembangan oleh Indonesia seperti jalur internet Palapa Ring Barat dan Timur menjadi salah satu usaha untuk mengurangi rintangan dan hambatan infrastruktur teknologi di Indonesia. Pengembangan SPBE juga sebagai salah satu langkah standar yang perlu dilakukan untuk memberikan perbaikan pelayanan publik.

Secara lebih spesifik, infrastruktur teknologi di kota-kota besar yang akan lebih siap untuk digunakan dalam transformasi pemanfaatan AI di sektor Pendidikan. implementasi AI dalam pendidikan dapat menjadi lebih sulit dan mahal jika dilakukan di wilayah yang secara infrastruktur teknologinya masih terbatas.

Dengan terbangunnya infrastruktur teknologi di suatu wilayah, ekosistem digital akan turut terbangun dan menjadikan pemanfaatan AI di sektor Pendidikan pun niscaya dapat dilakukan begitu juga sebaliknya.

Keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan Pendidikan masih menjadi problem di negara berkembang termasuk juga di Indonesia. Alokasi anggaran 20% yang diamanatkan dalam UU juga belum dapat dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran. Implementasi AI dalam pendidikan dapat membutuhkan biaya yang signifikan, terutama untuk negara berkembang yang mungkin memiliki anggaran pendidikan yang terbatas seperti di Indonesia.

Bagi negara yang berkembang yang masih juga bermasalah dengan ketersediaan SDM yang berkualitas yang mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Transformasi digital dan pemanfaatan AI di sektor Pendidikan akan membawa problem tersendiri. Proses pembelajaran dengan kondisi SDM yang sangat minimal akan memperburuk kondisi pembelajaran yang diharapkan dapat berlangsung semakin baik namun akan terjadi sebaliknya.

Dengan kondisi saat ini, revolusi dunia Pendidikan akan terjadi sangat cepat. Distrupsi yang nyata akan terjadi dan membawa pengaruh sangat besar dalam dunia Pendidikan di Indonesia. Tidak ada kata menunggu, waktu perubahan terus berjalan, sehingga diperlukan kesiapan semua pihak.

Regulasi yang sesuai dengan perkembangan jaman yang dapat menjadi payung hukum bagi terobosan yang dilakukan para pelaku di dunia Pendidikan. Kemudahan bagi pelaku dunia pendidikan untuk membuat suatu terobosan yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan AI. Regulasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga pemerintah kabupaten kota harus segera disiapkan. Momentum percepatan transformasi digital jangan sampai terlewatkan sehingga kita hanya sebagai penonton dari perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dunia.

Adanya AI membuka Revolusi dunia Pendidikan menjadi semakin cepat. Tantangan sangat besar bagi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal dengan Kota Pendidikan, Kota Pelajar. Implementasi secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi dunia pendidikan khususnya di DIY.

Pemanfaatan akses platform AI saat ini banyak dilakukan oleh perseorangan termasuk oleh pelajar, mahasiswa, pendidik, guru maupun dosen. Hal ini membuka cara baru dalam proses pembelajaran. Gaya belajar, gaya mencari data, informasi hingga mengolah dan menyajikan informasi akan sangat berbeda. Cara lama, pembelajaran cara lama akan terdistrupsi sangat luar biasa.

AI bisa menjadi pendobrak kebuntuan pembelajaran saat ini, mendukung perkembangan secara progressive, namun juga bisa berbalik arah menjadikan hasil dari dunia pendidikan kita menjadi jauh dari harapan. Menghasilkan manusia SDM dengan kekurangan kemampuan berinteraksi sosial, hilangnya akal dan kreatifitas bahkan akan menjadikan SDM yang tidak mandiri dan hanya mengandalkan Teknologi semata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here