Gubernur DIY dan Polri Bersinergi dalam Pengembangan Smart City berbasis Road Safety Policy

7
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X (Foto: Pemprov DIY)

BeritaYogya.com – Jogja Smart Province menjadi alasan utama Polri tertarik menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pilot project program Smart City. Program Smart City dari Polri ini menggunakan Algoritma Road Safety Policy untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Polri dalam pengembangan smart city. Dukungan penuh ini disampaikan langsung kepada Dirgakkum Korlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, di Gedhong Wilis pada Jumat (23/02). Kehadiran Aan Suhanan didampingi oleh Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan dan Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurriza.

Sri Sultan menyampaikan upaya pihaknya untuk membangun afiliasi dengan lembaga lain, termasuk Polri, guna mendukung keberhasilan smart city. Menurutnya, smart city tidak hanya menghubungkan DIY dengan daerah lain, tetapi juga dapat mencakup seluruh dunia.

Sri Sultan menjelaskan bahwa smart city ini dibutuhkan oleh berbagai pihak, seperti himpunan-himpunan, kampus, mall, dan toko. Selain itu, kolaborasi dengan Polri diharapkan dapat membantu mengatur penyelenggaraan layanan lalu lintas di DIY, terutama mengingat perkembangan infrastruktur seperti pembangunan tol. 

Sri Sultan menekankan bahwa melalui smart city yang terintegrasi dengan smart province, dapat diatur keamanan dan kenyamanan lalu lintas, serta memetakan potensi kejahatan.

Gubernur DIY menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan program Polri ini, terutama karena DIY telah maksimalkan penggunaan teknologi informasi hingga ke tingkat kalurahan. Saat ini, DIY sedang mengembangkan pemasangan kabel optik untuk mendukung konektivitas internet di seluruh wilayah, sebagai antisipasi terhadap kerusakan tower BTS akibat faktor alam.

Irjen Pol Aan Suhanan menjelaskan bahwa pembangunan smart city ini berbasis Algoritma Road Safety untuk meningkatkan keselamatan di jalan. Ia menyatakan kesepakatan dengan Sri Sultan untuk saling mendukung program tersebut. 

Program Polri, khususnya Polantas, diinisiasi untuk mengumpulkan data terkait kelancaran lalu lintas di Yogyakarta, dengan harapan dapat direplikasi di kota-kota lain. Program ini akan menggunakan algoritma untuk menghitung waktu yang tepat dalam melakukan rekayasa lalu lintas, seperti pembangunan flyover, durasi traffic light, dan jumlah kendaraan di ruas-ruas jalan tertentu.

Aan menekankan bahwa program ini juga bertujuan untuk memetakan keamanan secara keseluruhan, dengan banyaknya informasi yang diperoleh dapat berkontribusi pada upaya menjaga keamanan Yogyakarta. Dengan dukungan dari Ngarsa Dalem, diharapkan hasil dari proyek ini dapat maksimal. Aan menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi untuk memanfaatkan proyek ini bagi Polri, provinsi, dan masyarakat secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here