MADILOG: Refleksi Kritis terhadap Praktik Politik Dinasti dan Ancaman terhadap Demokrasi di Indonesia

19
MADILOG (Foto: Dok. BeritaYogya)

BeritaYogya.com – Praktik politik dinasti yang kembali menjadi topik pembicaraan masyarakat merupakan isyarat bahwa kondisi demokrasi di Indonesia tengah mengalami kemerosotan. 

Dalam upaya untuk mengawasi dan mengkritisi setiap fenomena politik di tanah air, BEM UNSOED menyelenggarakan kegiatan MARI BERDIALOG (MADILOG) dengan judul “Praktik Politik Dinasti Merusak Iklim Demokrasi Di Indonesia,” yang diadakan di Ruang M504 dan M505, Gedung IAB, Universitas Jenderal Soedirman pada tanggal 12 Desember 2023.

Acara ini dihadiri oleh 108 mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman dan perguruan tinggi lain di Purwokerto. Para mahasiswa dengan antusias mengikuti diskusi yang membahas realitas politik Indonesia saat ini dan dampak buruknya terhadap iklim demokrasi. 

Sabiq, seorang Dosen Ilmu Politik di Unsoed, mengungkapkan, “Melihat realitas politik yang dipenuhi dengan praktik politik dinasti atau nepotisme membuat masyarakat memahami bahwa politik di Indonesia sangat kacau dan perlu dibersihkan dengan menghalangi upaya politik dinasti dari tingkat desa hingga tingkat negara.”

Selaras dengan pandangan tersebut, Balqis, anggota Constitutional Law Association, menyoroti bahwa “demokrasi kita rusak oleh aturan yang dimanipulasi untuk kepentingan kekuasaan, bukan untuk mewujudkan keadilan dan hukum. Saat ini, masyarakat dapat melihat bahwa rezim tampaknya acuh terhadap kekuasaan dan berusaha untuk mempertahankan dirinya dalam jabatan.”

Bagus Hadikusuma, Presiden BEM UNSOED, menekankan, “Realitas politik saat ini seharusnya menjadi tanda bagi mahasiswa untuk menolak dan memutus mata rantai politik dinasti yang telah lama terakar dalam sejarah politik bangsa. Mahasiswa harus menyadari posisi tawar kita yang signifikan dan menentukan di mana pengaruh kita paling besar untuk menentukan pemimpin bangsa selama lima tahun mendatang.”

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang intens dan menarik, di mana dialog dua arah terjalin antara peserta yang antusias dan pembicara mengenai praktik politik dinasti, executive heavy, otoriter legalism, dan topik terkait lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here