Harga Bitcoin Terjun Bebas

24
Cryptocurrency - Harga Bitcoin Terjun Bebas

BERITAYOGYA.COM – Harga Bitcoin secara drastis terjun pada Sabtu, 4 Desember dini hari. Harga cryptocurrency paling terkemuka di dunia ini turun 12 persen sekitar pukul 04:20 ET (16.00WIB), mencapai 47.495 dolar AS per coin.

Aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia, Bitcoin, turun hingga hampir 40% dari titik all time high (ATH) yang dicapai pada 9 November 2021 lalu.

Ini menyebabkan harga Bitcoin berada di level $42.019,86 atau setara dengan Rp 607.050.412,46 menurut data CoinDesk. Penurunan ini juga merupakan titik terendah Bitcoin dibandingkan dengan dua bulan terakhir, sejak September 2021.

Forbes melaporkan, akibat kemerosotan tersebut, kapitalisasi pasar kripto menguap sekitar US$ 300 miliar atau lebih dari Rp 4.300 triliun (kurs Rp 14.400/US$) hanya dalam tempo dua hari saja.

Empat faktor utama yang menekan aset kripto khususnya bitcoin dilansir dari berbagai sumber :

  • Kebijakan The Fed

Banyak yang memprediksi kebijakan The Fed untuk melakukan program pengurangan pembelian obligasi / tapering berpengaruh terhadap sentiment negative pasar yang memicu koreksi di aset berisiko dan Bitcoin.

Kebijakan tapering tersebut membuat kebanyakan investor memutuskan untuk melepaskan aset-aset berisiko seperti saham dan aset kripto

  • Penyebaran Covid-19 ( Omicron )

Kondisi penyebaran covid-19 diberbagai negara dikwatirkan akan mendorong penutupan/lockdown diberbagai wilayah yang effect nya akan menekan pertumbuhan ekonomi dan berimbas diberbagai sector. Hal ini menyebabkan banyak investor di asset kripto melepaskan asset-asetnya untuk menghindari kerugian.

  • Masa Liburan akhir tahun

Masa liburan yang dihantui dengan kondisi penyebaran Covid-19 menjadikan ketidak pastian cukup meningkat. Wait and see dilakukan berbagai pihak. Kasus lockdown menyebabkan kecemasan bagi mereka yang hendak liburan. Ketidakpastian aturan menjadi kekwatiran traveller dan pengusaha pariwisata. Diperkirakan akan banyak traveller yang membatalkan kunjungan liburan hal ini menyebabkan ekonomi sector pariwisata dan yang terkait berimbas cukup signifikan.

  • SEC Menolak Proposal Wisdomtree Bitcoin

The Securities and Exchange Commision menolak reksa dana WisdomTree Bitcoin Trust pada 1 Desember 2021 lalu. Hal ini disebabkan karena proposal yang diajukan WisdomTree Bitcoin Trust belum mampu memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh SEC mengenai pencegahan tindakan manipulatif dan kecurangan.

Dengan kondisi seperti ini, berbagai pihak meyakini bahwa koreksi ini sebenarnya masih merupakan hal yang normal dan sehat. Koreksi yang terjadi merupakan bagian dari pasar yang tidak bisa dielakkan, namun masih dapat dimanfaatkan.

Kondisi semacam ini bagi investor yang memiliki profil risiko tinggi,momen ini merupakan periode untuk membeli Bitcoin di harga yang lebih murah atau buy the dip. Sementara bagi investor dengan tingkat toleransi yang kecil, bisa juga melakukan  pembeliaan secara akumulatif atau dollar cost averaging (DCA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here