Iwan Saksi Korupsi Yang Dibakar Di Pantai Marina Semarang

16
Iwan PNS Semarang, Saksi Dugaan Korupsi Akan Dimakamkan.

BeritaYogya.Com – Jenazah Paulus Iwan Budi Prasetyo, ASN di Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, yang tewas dimutilasi dan dibakar, dimakamkan oleh keluarganya di TPU Salaman Mloyo.


Prosesi pemakaman Iwan Budi diwarnai isak tangis keluarga. Putri sulung almarhum, Saras, tak berhenti menangis sambil memeluk peti sang ayah.

“Mungkin ini juga ujian iman untuk kami sekeluarga. Sempat marah, kenapa harus Papa dan keluarga yang jadi orang-orang pilihan-Nya. Tapi makin kami membuka mata dan hati, semua ini pasti ada tujuan dan makna dari-Nya”, ungkap Saras di Ruang Jenasah Rumah Sakit Elisabeth Semarang, Kamis 22 September 2022.

Salah seorang rekan kerja Iwan, Rini, mengenal almarhum sebagai sosok yang jujur.

 Rini pun menyebut Iwan merupakan pegawai teladan karena tak pernah terlambat masuk kerja dan menyelesaikan tugas dengan baik.

“Orangnya baik, jujur, kerjanya juga disiplin, dengan teman-teman semua ya baik. Saya sudah 20 tahun kerja satu kantor dengan almarhum. Kehilangan banget Pak Iwan,” ungkap Rini.

Diberitakan, jenazah Iwan Budi ditemukan di kawasan Pantai Marina Semarang pada 8 September 2022. Saat ditemukan, jasad tinggal tulang dan tanpa kepala.

Iwan sempat dinyatakan hilang pada 24 Agustus sebelum diperiksa polisi sebagai saksi kasus dugaan korupsi.

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut. Namun, polisi juga terus mendalami motif lain yang memicu pembunuhan sadis terhadap Iwan.

Sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga, Polrestabes telah melakukan test DNA kepada korban dan telah dikonfirmasi bahwa korban mutilasi dan bakar tersebut adalah Iwan.
Usai hasil tes laboratorium diketahui, Polrestabes Semarang lalu menyampaikan kepada pihak keluarga. Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar datang langsung ke rumah keluarga.

“Yang pertama, saya pribadi dan atas nama institusi mengucapkan bela sungkawa dimana hasil tes DNA mayat di Marina identik dengan pak Iwan. Sampel DNA dari kedua putra yang diambil, ternyata cocok dengan pak Iwan. Jadi kesimpulannya, mayat di Marina itu pak Iwan,” ungkap Irwan.

Hasil tes DNA ini disampaikan pertama kepada keluarga korban sebagai pihak yang paling berkompeten dan terdampak.

Istri korban yakni Ony menerima kabar tersebut ditemani tiga orang putra. Ony sontak menangis ketika polisi mengonfirmasi jenazah yang terbakar itu adalah suaminya.

“Saya harus bagaimana pak, cuma orang kecil. Saya hanya bisa berharap pak Polisi untuk segera menangkap pelaku dan motifnya,” ucap Ony.

Dari hasil olah TKP ditemukan name tag bertulis nama “Iwan Budi” dan plat nomor H-9799-RA yang identik dengan sepeda motor yang dipakai Iwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here