Ketua MPR RI Bacakan Teks Proklamasi di Istana Negara

5
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, membacakan teks proklamasi di Istana Merdeka (Foto: Instagram @

BeritaYogya.com – Dalam peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamssoet) bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi. Upacara tersebut dipimpin oleh Presiden Joko Widodo yang berperan sebagai Inspektur Upacara.

Sementara itu, Brigjen TNI Arkamelvi Karmani menjabat sebagai Perwira Upacara, Kolonel Arm Joko Setiyo Kurniawan dari Danmen Armed 2/PY/2 Kostrad berfungsi sebagai Komandan Upacara, dan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, bertugas sebagai pembaca doa.

Dalam peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamssoet) bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi. Upacara tersebut dipimpin oleh Presiden Joko Widodo yang berperan sebagai Inspektur Upacara.

Sementara itu, Brigjen TNI Arkamelvi Karmani menjabat sebagai Perwira Upacara, Kolonel Arm Joko Setiyo Kurniawan dari Danmen Armed 2/PY/2 Kostrad berfungsi sebagai Komandan Upacara, dan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, bertugas sebagai pembaca doa.

Tim Paskibraka Indonesia Maju bertugas mengibarkan bendera Merah Putih, dengan kepemimpinan Komandan Kompi Paskibraka, Kapten Ganteng Prakoso dari Danki A Yonif 7 Mar Brigif 4 Mar BS Kormar. Mewakili Provinsi Papua Pegunungan, Lilly Indriani Suparman Wenda menjadi pembawa bendera.

Sementara itu, Bintang Wirasatya RA dari Provinsi Sumatera Selatan bertugas sebagai komandan kelompok 8, Nathaniel Shawn Edgar Sondakh dari Provinsi Sulawesi Utara bertugas sebagai pembentang bendera, dan Alfin Alfarisi dari Provinsi Sumatera Barat sebagai pengerek bendera.

“Upacara kali ini sangat spesial, karena akan menjadi upacara terakhir di DKI Jakarta. Mulai tahun depan, upacara akan diselenggarakan di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara),” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu usai membacakan teks Proklamasi Upacara.

“Usia 78 tahun, kata Bamsoet, bukanlah usia muda dalam sebuah kemerdekaan. Setelah 78 tahun, akhirnya Indonesia sudah memulai proses pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan, di posisi geografis yang berada di tengah antara Indonesia Barat dan Timur. “Bukan sekadar pemindahan ibu kota negara, melainkan juga memindahkan berbagai pola pembangunan dari yang semula Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris,” kata dia.

Bamsoet menekankan bahwa upacara tersebut memiliki makna khusus sebagai upacara terakhir sebelum Pemilu 2024. Ia berharap upacara tersebut menjadi inspirasi bagi calon-calon presiden, wakil presiden, dan pendukungnya untuk memelihara semangat kebersamaan dan persatuan. 

Tidak hanya Indonesia, beberapa negara besar juga akan menyelenggarakan pemilihan pada 2024, seperti Taiwan pada Januari (yang bisa berdampak pada hubungan Tiongkok dan Amerika), Rusia pada 17 Maret, dan Amerika Serikat pada 5 November.

Bamsoet menambahkan bahwa perang menyoroti pandangan pemimpin dunia dalam lanskap kekuasaan global multipolar, yang sering didorong oleh kepentingan politik dan ekonomi daripada nilai-nilai kemanusiaan.

Namun, ia mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo yang berkomitmen untuk mencari solusi damai melalui negosiasi dan gencatan senjata.

Bamsoet menyebut beberapa isu geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan, serta potensi pertikaian di Semenanjung Korea sebagai faktor yang mempengaruhi keseimbangan geopolitik dunia.

Ia menegaskan bahwa untuk menghadapi dinamika tersebut, Indonesia harus memiliki pandangan pertahanan dan keamanan yang komprehensif.

Sebagai sebuah negara yang berdaulat, Indonesia harus memastikan kekuatan militer yang handal dan profesional, didukung oleh kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

Ini sesuai dengan pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang menyatakan bahwa kekuatan tentara kita berasal dari hubungan erat dengan rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here