Mengelola Stres Bagi Generasi Milenial

7
Illustrasi generasi milenial yang mengalami stress

BeritaYogya.com – Hampir semua individu pasti pernah mengalami situasi stres, termasuk dalam kalangan Generasi Milenial. Penyebabnya beragam, mulai dari tekanan hingga kecenderungan berlebihan dalam berpikir.

Memelihara kesehatan mental memiliki signifikansi penting dalam menjaga kualitas hidup. Perlu diingat bahwa kesehatan mental yang optimal merujuk pada perasaan kedamaian dan ketenangan dalam diri.

Profesor Ira dalam seminar bertajuk “Bicara Sehat: Millenials Stress Management” mengungkapkan bahwa stres memiliki dimensi lebih dari sekadar perasaan, melainkan merupakan keadaan yang dapat menghasilkan respons dalam sistem saraf yang kemudian berdampak negatif pada kesehatan fisik, seperti meningkatnya produksi asam lambung dan tidak teraturnya pola pernapasan dan lainnya.

“Kesehatan jiwa harus mendapat perhatian yang sama seperti kita memperhatikan kesehatan fisik,” tambah Prof. Ira. dr. Petrin pada sesi ketiga, memberi penjelasan mengenai pengelolaan stres dengan konsep koping. “Bersahabat dengan stresor dan masalah dapat membuat kita menjadi semakin terampil dan lebih matur,” jelas dr. Petrin.

Menurut pandangan dari ahli psikologi Liza Marielly Djaprie, M.Psi., Psikolog, CH, masih terdapat kesalahpahaman dalam memahami kesehatan mental. Contohnya, menganggap bahwa ketika seseorang menangis selama 2 jam, langsung diartikan sebagai gejala depresi yang berkepanjangan.

Padahal, kondisi tersebut mungkin hanya mencerminkan perasaan sedih atau terguncang yang dalam beberapa jam bisa mereda, dan individu tersebut mampu kembali beraktivitas seperti biasa. Seseorang yang benar-benar mengalami depresi cenderung kesulitan dalam menunjukkan senyuman karena beban psikologis yang mendalam yang tengah dialaminya.

Latihan dalam menerima keadaan ketika sedang gada masalah merupakan hal yang sulit diatasi. Penting pula untuk beripikir dengan optimis dan melihat segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Pada intinya, pengelolaan stress ini harus dimulai dari diri sendiri.

Manajemen stres dapat dilakukan melalui pola makan yang sehat, jadwal olahraga yang teratur, sesi terapi relaksasi, istirahat yang memadai, serta perubahan dalam sikap dan pola berpikir saat menghadapi tantangan. Petrin juga mencatat bahwa stres yang berkepanjangan dan berdampak pada gangguan fisik dan mental harus segera diatasi oleh tenaga medis yang berkualifikasi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here