Bupati Sleman Sebut Pelaku Klitih Sebagai Anak Kreatif yang Kurang Perhatian

26
Konferensi Pers Kejahatan Jalanan di Polres Sleman

BERITAYOGYA.COM – Bupati Sleman, DI Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo menyebut remaja pelaku kejahatan jalanan atau klitih sebagai anak-anak kreatif yang kurang diperhatikan dan difasilitasi.

Kustini enggan menyebut mereka dengan sebutan ‘anak nakal’, melainkan anak-anak kreatif nan aktif namun salah mengambil sikap dan mengarah pada tindakan-tindakan negatif.

Kasus klitih di Sleman terakhir tercatat pada Senin 27 Desember 2021 dini hari di Jalan Kaliurang Km 9. Korbannya adalah seorang remaja berinisial D (16) serta F (16). Keduanya mengalami pengeroyokan dan pembacokan oleh enam orang, di mana satu dari pelaku masih berstatus bawah umur.

Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat 80 pelajar terlibat dalam 58 kasus klitih sepanjang 2021 lalu. Modus operandi yang paling banyak dilakukan secara berurutan adalah penganiayaan, kepemilikan senjata tajam (sajam), dan pengerusakan.

“Dari beberapa kasus yang terjadi, anak-anak ini rata-rata masih kurang edukasi, terutama akibat dari perbuatan itu sendiri yang bisa berurusan dengan hukum. Jika anak-anak yang punya energi lebih ini diarahkan pada hal-hal positif, tentu akan sangat bagus,” kata Kustini di Pendopo Parasamya Setda Sleman, Senin (3/1).

Kustini sepakat bahwa aksi klitih merupakan tindakan kriminal yang tidak dibenarkan dalam norma masyarakat maupun hukum. Oleh karenanya, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan terkait untuk terlibat di dalam penanganan permasalahan ini terutama peran aktif dari orang tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here