Formula Pemenangan Prabowo-Gibran 2024

4

Kembali majunya Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mencerminkan perjalanan hidup yang panjang dan beragam pengalaman. Sebagai seorang baby boomer berusia 72 tahun, Prabowo telah aktif di bidang militer, bisnis, politik, dan pemerintahan. Selama 24 tahun, ia mengabdi sebagai prajurit TNI.

Pilihan calon wakil presiden, Gibran, menunjukkan perbedaan yang mencolok. Dengan usia 36 tahun, Gibran adalah generasi milenial yang baru terjun ke politik setelah berkecimpung dalam bisnis. Meskipun berbeda dalam latar belakang dan era, keduanya memiliki keterlibatan dekat dengan kekuasaan, dengan Prabowo sebagai menantu Presiden Soeharto dan Gibran sebagai anak sulung Presiden Joko Widodo.

Prabowo, lahir dari keluarga intelektual, memulai pengabdian militer setelah lulus dari Akabri pada tahun 1974. Karier kemiliterannya melibatkan tugas di daerah konflik Timor Timur dan posisi penting di Kopassus. Setelah itu, ia terjun ke bisnis dan politik sebagai respons terhadap kegelisahan terhadap kondisi bangsa. Pendirian Partai Gerindra pada tahun 2008 menjadi wadah untuk pengabdiannya yang lebih besar.

Meski mengalami dua kegagalan dalam Pilpres, Prabowo terus berupaya. Bergabung dalam kabinet Jokowi sebagai Menteri Pertahanan setelah Pemilu 2019 adalah langkah rekonsiliasi. Partai Gerindra terus berkembang, memperoleh posisi kedua pada Pemilu 2019 dan menguasai 13,6% kursi DPR.

Kegagalan sebelumnya mendorong Prabowo merancang strategi baru. Pertemuan politiknya dengan Gibran, Wali Kota Surakarta dan anggota PDI-P, menjadi titik balik. Meski PDI-P awalnya mendukung Ganjar Pranowo, Prabowo-Gibran memutuskan untuk bersama-sama. Gibran diumumkan sebagai cawapres pada Oktober 2023 setelah keputusan Mahkamah Konstitusi memungkinkannya maju karena usia minimal 40 tahun atau pernah menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu.

Pertarungan politik ini menawarkan formula kepemimpinan baru kepada pemilih Indonesia pada Pemilu 2024. Prabowo dan Gibran, dengan perbedaan usia, pengalaman, dan latar belakang, berusaha menjadi pilihan yang menarik bagi 204,8 juta pemilih Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here