Inovasi Mahasiswa UKDW dalam Pengelolaan Sampah untuk Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan

14
Illustrasi sampah

BeritaYogya.com – Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan besar dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, masalah sampah menjadi isu krusial yang memerlukan inovasi untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap alam. Tim mahasiswa dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam upaya mengatasi masalah ini dengan menciptakan inovasi dalam pengelolaan sampah.

Dalam era di mana teknologi dan kreativitas berperan penting dalam pemecahan masalah lingkungan, tim mahasiswa UKDW telah berhasil menciptakan solusi yang menjanjikan. Mereka tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik, tetapi juga menerapkan gagasan tersebut dalam bentuk nyata.

Tim mahasiswa UKDW ini telah mengembangkan sebuah sistem yang menggabungkan teknologi dan metode pengelolaan sampah modern. Dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan konsep smart city, mereka berhasil menciptakan sistem yang membantu dalam memantau, mengelola, dan mengoptimalkan proses pengelolaan sampah.

Salah satu komponen utama dari inovasi ini adalah pembuatan kontainer sampah pintar. Kontainer tersebut dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi sejauh mana kapasitas pengisian sampah di dalamnya. Data ini dikirimkan secara real-time melalui koneksi internet, sehingga pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengatur jadwal pengambilan sampah.

“Pengelolaan Limbah Organik dengan Media Larva Black Soldier Fly dan Cacing African Night Crawler Menjadi KALAM” adalah hasil dari hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Pengabdian Masyarakat yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Tujuan program ini, menurut Sifera Glory (Mahasiswa UKDW), adalah untuk menyelesaikan masalah sampah dan memperbaiki tanah yang rusak dengan menggunakan bahan pembenah tanah yang disebut KALAM. Selain itu, tim ini akan memberi tahu orang tentang pentingnya pemilahan sampah karena sampah rumah tangga sering dicampur dengan sampah yang sulit didaur ulang seperti besi, plastik, dan baterai.

Program ini akan dijalankan di Dusun Suruh, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik. Tujuan utamanya adalah untuk memberi tahu orang-orang tentang cara mengelola limbah organik dan memperbaiki kondisi tanah yang rusak. Selama proses pengembangan proyek ini, Nugroho Agus Haryono, S.Si., M.Si., Dosen Prodi Informatika, juga membantu tim. Mereka berharap dapat menyelesaikan program dengan baik, tepat waktu, dan menguntungkan masyarakat Ngaglik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here