Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kazakhstan Mempererat Hubungan Budaya Melalui Kolaborasi Batik

3
Ilustrasi

BeritaYogya.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Astana, Kazakhstan, berupaya mempererat hubungan budaya dengan negara tersebut melalui lokakarya kolaborasi batik kedua negara yang diselenggarakan di Pusat Budaya Indonesia Astana pada Minggu (29/10/2023).

Dalam pembukaannya, Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman, menyatakan bahwa lokakarya ini tidak sekadar demonstrasi teknik, melainkan juga merupakan kesempatan untuk membentuk hubungan, berbagi gagasan, dan memperkuat ikatan budaya antara kedua negara.

Fadjroel menyebut bahwa melalui kolaborasi batik ini, mereka merayakan kreativitas, persahabatan, dan kekuatan budaya yang ada di kedua negara. Dia juga menekankan pentingnya memahami dan menghargai budaya masing-masing.

Salah satu peserta, Beket Safiyanur, mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti kelas batik tersebut dan menilai program ini sebagai pengalaman berharga yang juga memperluas pengetahuannya.

Pengajar kelas batik, Deby Rahmayanti, yakin bahwa batik dapat menjadi alat diplomasi budaya Indonesia di Kazakhstan karena mendapat sambutan positif dari peserta yang memiliki latar belakang seni.

Menurut Deby, batik mencerminkan nilai-nilai budaya Indonesia, seperti kesabaran, kedisiplinan, dan ketelitian, yang dapat menghubungkan kedua negara.

Lokakarya batik diadakan untuk memperingati 30 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kazakhstan, menunjukkan hubungan yang erat dalam bentuk seni batik sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan 25 peserta yang semuanya warga Kazakhstan dan merupakan inisiatif diplomasi lunak KBRI Astana untuk mempromosikan citra positif Indonesia di negara tersebut. Kegiatan mencakup berbagai tahapan pembuatan batik, dari perancangan hingga proses akhir yang diajarkan oleh para narasumber kepada seluruh peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here