BEM Nusantara Adakan FGD Terkait Kenaikan Harga BBM

18
BEM Nusantara adakan FGD terkait kenaikan Harga BBM

BeritaYogya.Com – BEM Nusantara mengadakan Forum Group Discussion dengan menghadirkan 3 narasumber. Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia, I Ketut Gde Aryawan dari BPH Migas, Hendra Saputra dari Pertamina Rayon IV Yogyakarta (14/09/2022)

FGD yang dilaksanankan di kampus Akprind Yogyakarta, dihadiri oleh perwakilan BEM yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga dihadiri pengurus pusat dan kordinator BEM Nusantara wilayah Jawa.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III IST Akprind  Dr. Emy Setyaningsih, S.Si., M.Kom.

Dalam kesempatan ini, Dr. Emy menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber yang telah bersedia hadir untuk menyampaikan materi yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat secara luas termasuk di kalangan mahasiswa dan akademisi yaitu tentang persoalan kenaikan harga BBM.

“Semoga acara Forum Group Discussion dapat berjalan dengan baik dan dapat bermanfaat bagi semua pihak dalam rangka memberikan gambaran dan wawasan yang lebih lengkap tentang kenaikan harga BBM”, ujar Dr. Emy.

Sebagai pembicara awal, Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi demografi penduduk DIY, kondisi kemiskinan, kesejahteraan warga DIY dan hal terkait lainnya tentang anggaran DAU yang akan disalurkan ke warga terdampak kenaikan BBM di DIY.

“Kondisi warga DIY hingga saat ini masih dalam proses recovery dari effect covid-19. Ekonomi warga masih belum baik-baik saja. Masih ada 500 ribu lebih warga DIY yang berada di bawah garis kemiskinan”, ujar Dr. R. Stevanus.

“Wong cilik seperti itu yang akan terkena dampak terparah dari kenaikan harga BBM. Tingkat upah DIY yang masih cukup rendah pun menjadikan potensi keresahan dimasyarakat meningkat. Harga-harga bahan pokok dan komoditas lainnya meningkat”, ungkap Dr. R. Stevanus.

“Peninjauan Kembali kenaikan harga BBM sudah seharusnya disuarakan dari DIY. Kondisi masyarakat dan kemampuan keuangan daerah menjadi persoalan menghadapi kondisi kenaikan BBM. Tambahan alokasi untuk mengatasi dampak kenaikan BBM seperti yang disampaikan pemerintah pusat yaitu 2% DAU di DIY hanya sekitar 25 Milyar. Angka yang kecil untuk dapat menekan laju inflasi di DIY”, Pungkas Dr. R. Stevanus.

Pada kesempatan ini, I Ketut Gde Aryawan dari BPH Migas menyampaikan data-data konsumsi BBM secara nasional termasuk juga yang ada di DIY.

“Kuota BBM yang dialokasi untuk DIY hingga saat ini masih mencukupi walaupun konsumsi BBM bersubsidi di DIY mengalami kenaikan yang cukup tinggi”, ujar I Ketut.

Berdasarkan data yang dimiliki, harga minyak dunia masih cukup tinggi dibandingkan asumsi harga ICP yang telah disepakati bersama. Selain itu, kapasitas dari kilang yang ada untuk mencukupi konsumsi BBM masih belum maksimal sehingga pemerintah masih mengimport BBM dari luar negeri.

“Indonesia saat ini bukanlah 10 penghasil minyak terbesar di dunia, namun demikian termasuk negara yang cukup besar dalam mengkonsumsi BBM”, Ujar I Ketut.

“Terkait dengan strategi pertamina menjaga pasokan dan memberikan penyaluran BBM di SPBU yang dimiliki Pertamina, Saat ini sudah mengimplementasikan integrasi data antar SPBU sehingga pemilik kendaraan yang sudah diberikan kouta BBM nantinya tidak bisa lagi membeli BBM subsidi”, ujar Hendra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here