Dr. R. Stevanus, Berharap Pemerintah Pusat Menunda Migrasi Siaran TV Analog ke TV Digital.

39
Ilustrasi TV Analog dan TV Digital (doc.pribadi)

BERITAYOGYA.COM – Hingga saat ini, berbagai wilayah masih didera oleh pandemic covid-19. Berbagai aturan diterapkan untuk mencegah penyebaran covid-19 termasuk membatasi pergerakan masyarakat sehingga sebagain besar masyarakat saat ini lebih banyak tinggal di rumah.

Mengurangi mobilitas dan lebih banyak beraktivitas di rumah dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan PPKM.

Hiburan untuk kelompok rentan yang masih tersisa bisa jadi hanya siaran TV di rumah-rumah mereka.

Dengan kondisi PPKM yang terus diperpanjang, mayoritas rakyat lebih memprioritas kebutuhan pokok dan kesehatan dibandingkan faktor lainnya.

Kebijakan mematikan siaran TV analog di hari Kemerdekaan sepertinya sudah sangat tidak tepat. Ungkap Dr. R. Stevanus , anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Dr.R. Stevanus C. Handoko dalam salah satu rapat di DPRD DIY (doc.pribadi)

Menurut Dr. R. Stevanus, “Kemerdekaan menikmati siaran dari TV analog menjadi bagian kebahagiaan rakyat mayoritas di saat PPKM”. Menonton TV siaran analog menjadi pilihan bagi rakyat kebanyakan di Indonesia ketika berada di rumah.

Dr. R. Stevanus menyampaikan bahwa sudah beberapa kali menyatakan kurang setuju dengan rencana migrasi siaran TV Analog ke TV Digital yang dipaksakan tanpa memperhatikan kondisi rakyat.

“Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pemerintah pusat terkait alokasi dan jumlah STB yang akan diberikan kepada warga dalam kategori rentan. Siapa saja yang akan menerima, kapan disalurkan, melalui mekanisme apa STB dibagikan kepada rakyat.

”, Tambah Dr. R. Stevanus

Jangan renggut kebahagian yang mungkin menjadi salah satu hiburan bagi rakyat kecil.

Stevanus juga menyatakan “Jangan paksa rakyat kecil membeli STB hanya untuk mendapatkan siaran TV digital atau paksa mereka membeli TV Digital ketika kondisi Pandemi saat ini masih mencekik perekonomian mayoritas warga”.

Dr. R. Stevanus menambahkan “agar jangan sampai 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan di nodai sebagai hari pencabutan kebahagian rakyat kecil yang saat ini hanya bisa menonton siaran TV analog, karena kondisi PPKM”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here