Dr. R. Stevanus Dukung Budidaya Maggot Sebagai Solusi Urai Sampah Organik di Perkotaan

95
Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM Kunjungi Fasilitas Budidaya Maggot Kricak, Tegalrejo

BeritaYogya.Com – Pengelolaan sampah di wilayah perkotaan menjadi salah satu hal yang penting dan memiliki potensi menjadi permasalahan lingkungan yang serius ketika pengelolaan sampah tidak berjalan dengan baik.

Di Kota Yogyakarta sering kali terjadi penumpukan sampah di berbagai wilayah dikarenakan tutupnya TPST Piyungan. Sampah ditemukan di sejumlah ruas jalan karena tidak ada penampungan.

Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia yang berasal dari Dapil Kota Yogyakarta mengharapkan Pemerintah Daerah turun tangan memberikan solusi yang tidak hanya jangka pendek. Solusi yang permanen bagi warga Kota Yogyakarta.

Dr. R. Stevanus juga berharap adanya kolaborasi dan sinergi Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta untuk memberikan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dan melibatkan peran serta masyarakat.

Berdasarkan beberapa kajian terdahulu, didapati bahwa sampah organic menjadi jenis sampah yang cukup tinggi di daerah perkotaan. 50-60% sampah perkotaan merupakan sampah organic. Angka yang cukup besar dan harus dicarikan solusi pengolahannya.

Kunjungan Dr. R. Stevanus ke Kricak, Tegalrejo untuk melihat inisiasi pemerintah kelurahan kricak dalam membangun fasilitas pengelolaan sampah organic dengan menggunakan maggot.

Menurut Dr. R. Stevanus, salah satu solusi dalam pengelolaan sampah di perkotaan dengan cara Budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (black soldier fly/ BSF) bisa menjadi salah satu solusi atas persoalan tumpukan sampah organic di perkotaan.

Dr. R. Stevanus menjelaskan bahwa budidaya maggot bisa menjadi solusi yang berkelanjutan karena terdapat nilai ekonomis dalam proses tersebut. Dan diharapkan kegiatan budidaya maggot bisa dikembangkan secara lebih professional dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Dengan perhitungan kasar 10 Ton sampah organic dapat menghasilkan 1 Ton Larva maggot dengan nilai ekonomis mencapai 7 juta rupiah atau bisa menjadi bahan pakan untuk 2 ribu ayam petelur. Dan bereffect juga pada dihasilkannya pupuk organic sebanyak 2 Ton”, tambah Dr. R. Stevanus

Solusi-solusi semacam ini sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kota dan Pemda DIY agar permasalahan persampahan di Kota Yogyakarta dapat terselesaikan. Kondisi penumpukan sampah di berbagai wilayah di Kota Yogyakarta dapat menurunkan citra/branding jogja sebagai kota wisata, kota budaya, kota pendidikan bahwa mencoreng terhadap usaha membangun jogja sebagai warisan budaya dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here