Jubir TPN Ganjar-Mahfud Soroti Gimmick Gibran di Debat Cawapres

12
Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Achmad Baidowi

BeritaYogya.com – Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Achmad Baidowi atau Awiek, mengomentari gestur yang ditunjukkan oleh cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabumimg Raka, dalam menanggapi jawaban Mahfud MD. Awiek menyatakan bahwa setiap perhelatan debat memiliki etika yang harus dijaga.

“Kemarin kita menyaksikan debat yang menunjukkan perbedaan antara debat yang berkualitas dan yang tidak berkualitas, debat yang beretika dan yang tidak beretika,” ujar Awiek kepada wartawan pada Senin (22/1/2024).

Awiek menyatakan bahwa jika pasangan calon lain menggunakan gimmick, Mahfud tidak salah membalasnya dengan cara yang sama. Dia mengomentari penjelasan dari Gibran mengenai ‘inflasi hijau’ yang dianggapnya kurang tepat.

“Pak Mahfud adalah seorang profesor ilmu hukum, khususnya hukum tata negara. Jadi jika ada bahasa yang terkesan merendahkan secara pribadi dan gimmick-gimmick, Mahfud meresponsnya dengan gimmick karena apa yang disampaikan oleh Gibran tidak sesuai dengan maksudnya,” ungkap Awiek.

Awiek kemudian menyoroti gestur Gibran yang terlihat seolah-olah meneropong, karena tidak menemukan jawaban dari Mahfud. Awiek menyatakan bahwa dalam debat, etika harus tetap dijaga.

“Selain dari segi usia, kita juga harus menjunjung tinggi etika, karena dalam debat ada etika tertentu dalam berpolitik. Kepintaran dan intelektualitas seseorang terkadang hilang jika tidak diiringi oleh sikap yang benar atau sikap yang kurang,” tambahnya.

Awiek menyebut bahwa pernyataan ‘profesor’ yang disematkan oleh Gibran saat menjelaskan ‘greenflation’ kurang tepat. Dia mengatakan bahwa Mahfud bisa saja membalas dengan pertanyaan terkait gagasan Trisakti Bung Karno.

“Saya tidak perlu menjelaskan, karena Pak Mahfud adalah seorang profesor, dan menggunakan istilah seperti itu tidak tepat. Pak Mahfud bisa saja bertanya balik dengan berkaitan dengan gagasan Trisakti Bung Karno,” kata Awiek.

Awiek menekankan bahwa sebenarnya Mahfud bisa merespons dengan cara tersebut, tetapi Mahfud tidak melakukannya karena bidang keahlian Mahfud adalah hukum, bukan ekonomi berkelanjutan. Awiek menyimpulkan bahwa mengaitkan gelar akademik profesor seakan-akan meremehkan, padahal profesor memiliki bidang keahlian masing-masing yang harus dihargai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here