Menteri Sosial Risma Berikan Semangat dan Bantuan kepada Anak-anak PMI di Pulau Sebatik

12
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mengunjungi anak-anak dari pekerja migran Indonesia (PMI) di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Jumat (3/11/2023) (Foto: Kemensos)

BeritaYogya.com – Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dengan tulus memberikan semangat kepada anak-anak yang merupakan keturunan pekerja migran Indonesia (PMI) saat kunjungannya ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang disebarkan di Jakarta pada Sabtu (4/11/2023), Mensos Risma berkesempatan untuk bertemu dengan santri, santriwati, dan warga Pulau Sebatik di Pondok Pesantren Al Khairaat, Kecamatan Sebatik Timur.

Ketika berdialog dengan warga di sana, seorang santri dari SMK Mutiara Bangsa, yang juga merupakan anak dari seorang PMI di Malaysia, bertanya mengenai status dan identitasnya, serta tentang peluang kerja di Indonesia. Risma memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati dengan berkata, “Kamu adalah anak Indonesia, jangan merasa berbeda. Kamu memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang sukses.”

Risma menekankan hal ini karena di Pulau Sebatik terdapat banyak anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka yang bekerja sebagai pekerja migran di Sabah, Malaysia, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit.

Pulau Sebatik, yang hanya dapat diakses melalui transportasi laut, terbagi menjadi dua negara. Bagian utara merupakan negara bagian Sabah, Malaysia, sedangkan bagian selatan, yang lebih luas, berada di wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan. Pulau Sebatik terdiri dari 5 kecamatan dan 19 desa.

Salah satu pertanyaan lain datang dari sesama siswa di SMK Mutiara Bangsa. Seorang anak laki-laki mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) karena ibunya bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia. Risma berjanji untuk membantu anak-anak PMI dalam memperoleh kejelasan status mereka dalam sistem administrasi negara.

Risma menjelaskan, “Mengenai masalah KTP, saya akan memberikan bantuan semaksimal yang saya bisa. Setelah ini, saya akan membawa tim yang melibatkan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) serta Kemendagri untuk memastikan status administratif kalian. Jadi, jangan bersedih lagi.”

Selama kunjungannya ke Pulau Sebatik, Risma juga memberikan bantuan berupa 400 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), perlengkapan sekolah untuk 169 anak, serta tiga unit komputer pribadi (PC) untuk Pesantren Al Khairaat, Sebatik Timur. Selanjutnya, di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Mensos Risma melakukan peletakan batu pembangunan rumah dan menyerahkan secara simbolis mesin pengering rumput laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here