Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Hari Wayang Nasional dan Mengapresiasi Keberadaan Wayang dalam Warisan Budaya Dunia

13
Semarak memeriahkan Hari Wayang Nasional serta momen memperingati Pertunjukan Wayang (The Wayang Puppet Theatre) yang telah masuk dalam Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO digelar lewat Pagelaran Wayang Kulit malam Jumat Pon pada hari Kamis (2/11) lalu di Klaten, Jawa Tengah (Foto: Kemendikbudristek)

BeritaYogya.com – Suasana meriah memenuhi peringatan Hari Wayang Nasional dan momen memperingati Pertunjukan Wayang (The Wayang Puppet Theatre), yang telah diakui sebagai Warisan Kebudayaan Tak Benda (ICH) oleh UNESCO. Acara ini diadakan dalam Pagelaran Wayang Kulit pada malam Jumat Pon, Kamis (2/11/2023), di Klaten, Jawa Tengah.

Pagelaran Wayang Kulit malam Jumat Pon ini menampilkan Lakon Wahyu Tirta Suci, yang dipersembahkan dengan penuh keterampilan oleh Dalang Ki Gatot Tomo Pandoyo di Sanggar Seni Budaya Manunggal Sri Sidomulyo, Desa Soropaten, Kabupaten Klaten. Acara tersebut mendapat penghargaan dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya.

Ketua Harian KNIU, Itje Chodidjah, menyatakan bahwa pengakuan dari UNESCO memiliki potensi besar untuk meningkatkan reputasi wayang Indonesia dan untuk memupuk rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya ini. Dia juga menyoroti bahwa pertunjukan wayang masih dicintai oleh sebagian besar masyarakat, namun, seiring berjalannya waktu, wayang berusaha untuk menjaga eksistensinya.

Itje menambahkan bahwa kunci untuk menjaga eksistensi wayang adalah melalui kolaborasi antara seniman senior dan generasi muda. Dia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses seni wayang dan memberi mereka kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas mereka, sehingga dapat menarik minat anak muda.

Lakon Wahyu Tirta Suci karya Ki Gatot Purwo Pandoyo membahas berbagai aspek pendidikan dan budaya Indonesia, dengan penekanan pada nilai Pancasila dan integritas pribadi. Selain itu, pertunjukan ini juga membahas peran pemerintah dalam mengatasi perundungan di sekolah dan mempromosikan lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif.

Sri Nugroho, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Klaten, mengungkapkan apresiasi kepada KNIU dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) atas upaya mereka dalam mempromosikan pelestarian seni wayang. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan mempromosikan warisan budaya Wayang Indonesia, serta kebutuhan untuk saling memahami dan bekerja sama antar generasi.

Selama Pagelaran Wayang kulit malam Jumat Pon ini, digunakan gamelan dan alat musik tradisional Jawa, serta menghadirkan bintang tamu Apri dan Mimin, dua seniman komedi terkenal asal Klaten. Lirik lagu yang dinyanyikan dalam pertunjukan ini membahas tema pengampunan, cinta, dan pencarian pencerahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here