Peningkatan Akses Kesehatan Melalui Program BPJS di Daerah Istimewa Yogyakarta

14
Ilustrasi kesehatan

BeritaYogya.com – Predikat Swasti Saba Wistara yaitu gelar tertinggi Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan sudah diberikan kepada Yogyakarta sebanyak 7 kali. 

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menyampaikan, Pemerintah kota memiliki komitmen penuh dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai Kota Sehat, dengan membentuk Forum Kota Sehat yang terdiri dari unsur masyarakat, LSM, organisasi profesi, Perguruan Tinggi, TP PKK, dan lainnya.

Komitmen dan konsistensi pemerintah, pihak terkait serta masyarakat dibuktikan dengan pencapaian Yogyakarta dalam lima tahun terakhir yaitu penghargaan seperti seperti Universal Health Coverage Award, Ksatria Bakti Husada Kartika, Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas dan Kota dengan Angka Stunting Terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami berharap dan optimis Yogyakarta dapat kembali menyandang predikat Kota Sehat, dengan terus mendorong pemenuhan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya pada Kamis (27/7) di Ruang Yudistira Balaikota.

Pada Rabu, (2/8) Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam pertemuan pemangku kepentingan yang dihadiri oleh pemangku kepentingan strategis dari Sekretaris Kabinet, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Hukum dan HAM, BAPPENAS, Kejaksaan Agung RI, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI, Korlantas POLRI, Mahkamah Agung RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), BPJS Watch, Konfederasi Pekerja Rakyat Indonesia, GIZ, dan akademisi dan pakar jaminan sosial kesehatan. Ghufron mengapresiasi kolaborasi pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan penyelenggaraan program jaminan kesehatan Nasional (JKN). 

“Perjalanan menuju 1 dekade implementasi Program JKN mengalami berbagai dinamika. Kami mengapresiasi komitmen pemangku kepentingan yang terus memberikan masukan positif untuk perbaikan program JKN serta menjalankan perannya dengan baik,” kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Jumat (4/8/2023)

Lebih lanjut, Ghufron memaparkan implementasi Program JKN di Indonesia semakin maju, bahkan menjadi sorotan negara lain. Program JKN menjadi contoh negara lain karena memiliki kepesertaan terbanyak dan pencapaian UHC tercepat di dunia untuk satu skema yang terintegrasi.

Program JKN  terus mengembangkan inovasi kesehatan berbasis digital. Misalnya pengembangan Telemedisin dan berbagai aplikasi, seperti P-Care dan i-Care JKN yang meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan kesehatan. Bahkan membantu dalam pelaporan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

“Meski di awal pelaksanaan terdapat tantangan dalam hal kemampuan pembiayaan program, BPJS Kesehatan mampu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan kebijakan serta melahirkan berbagai inovasi dan peningkatan layanan untuk meningkatkan kesinambungan Program JKN,” jelas Ghufron.

Pada Sabtu (5/8) Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan mengunjungi Klinik Chandra Brata Medika Plaza di Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meninjau pemanfaatan i-Care JKN. Peninjauan untuk memastikan bahwa inovasi yang dihadirkan terimplementasi dengan baik serta berdampak positif bagi penyelenggara program JKN. 

Humas BPJS Kesehatan Cabang Sleman Maya Shinta menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan sudah berkomitmen membangun ekosistem digital yang berkelanjutan guna memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN. Penanganan pasien dan informasi kesehatan pasien membantu dokter memahami perkembangan penyakit, mengatur pengobatan dan menangani pasien. 

“Mereka yang dapat mengakses adalah yang memiliki username dan password, yaitu pemilik data yang merupakan pasien JKN. Apabila terdapat percobaan akses yang tidak sah, maka sistem akan langsung melakukan enkripsi,” ujarnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here