Yogyakarta dan BPBD Siapkan Strategi Mitigasi Bencana untuk Musim Pancaroba

24
Kegiatan BPBD Kota Yogyakarta dalam Menyiapkan Peralatan Pelatihan KTB (Foto : Pemkot Jogja)

BeritaYogya.com – Dalam menghadapi perubahan dari musim kemarau ke musim hujan, Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi bencana untuk mengantisipasi penanganan bencana saat musim pancaroba tiba.

Menurut Nur Hidayat, Kepala BPBD Yogyakarta, mereka akan meningkatkan jumlah personil dan juga melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“OPD di Pemerintah Kota Yogyakarta juga akan terlibat dalam upaya mitigasi bencana yang sesuai dengan sektor masing-masing,” tuturnya.

Nur Hidayat mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG DIY, wilayah Kota Yogyakarta diperkirakan akan mengalami kekeringan, yang puncaknya diharapkan terjadi pada akhir bulan Oktober 2023. 

Selanjutnya, musim hujan diharapkan akan tiba setelah bulan November.

“Kami telah melakukan koordinasi yang baik. Kami juga memfasilitasi upaya mitigasi bencana ini agar dapat berjalan dengan maksimal,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 155 Kampung Tangguh Bencana (KTB) dari target tahun 2024 sebanyak 169 KTB.

“Hanya ada 14 KTB lagi yang akan kami bentuk dalam upaya penanggulangan bencana. Semoga segera tercapai,” terangnya.

Selain itu, BPBD telah menambah jumlah peralatan Early Warning System (EWS) untuk mengantisipasi banjir di beberapa titik. 

Saat ini, telah ada 17 EWS di sungai-sungai Kota Yogyakarta yang dapat dimanfaatkan.

Nur Hidayat juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan bertanggung jawab terhadap situasi agar dapat ikut serta dalam upaya mitigasi bencana.

“Kami menekankan pentingnya untuk tidak meremehkan situasi cuaca yang ada. Mari bersama-sama membangun lingkungan kita dan terus mengikuti informasi cuaca,” katanya.

Sementara itu, Aki Lukman, Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan, mengungkapkan bahwa BPBD Kota Yogyakarta telah berkolaborasi dengan BPBD DIY dalam melakukan pelatihan relawan di wilayah padat penduduk, termasuk di Kelurahan Demangan, Kelurahan Suryatmajan, dan Kelurahan Ngupasan.

Selain itu, mereka juga telah memberikan pelatihan relawan di wilayah yang memiliki destinasi wisata, seperti di Kelurahan Sosromenduran, Kelurahan Purwokinanti, dan Kelurahan Rejowinangun.

“Kami juga akan segera melaksanakan simulasi penggunaan EWS banjir di seluruh Kota Yogyakarta dengan melibatkan KTB,” katanya.

Dengan meningkatkan kapasitas relawan dan masyarakat melalui program-program ini, diharapkan masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai kejadian dan bencana di Kota Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here