Penjabat Wali Kota dan PKK DIY Pimpin Pemantauan Pasar Murah di Yogyakarta

7
Pemantauan Pelaksanaan Pasar Murah oleh Singgih Raharjo dan GKR Hemas (Foto : Pemkot Jogja)

BeritaYogya.com – Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, bersama Ketua PKK DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY bekerja sama dengan PKK DIY dan PKK Kota Yogyakarta pada Sabtu (9/12/2023).

Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas, termasuk beras, minyak goreng, telur, cabai, bawang merah, dan tepung terigu. 

Lokasinya yang berstrategis di Embung Langensari Klitren menarik banyak masyarakat untuk berbelanja karena harga-harga yang ditetapkan lebih ekonomis dibandingkan dengan pasar konvensional.

GKR Hemas menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan pasar murah ini tidak hanya berlangsung sekali. 

“Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bahan pokok. Semoga inisiatif ini bisa diakses oleh warga yang membutuhkan,” tutur GKR Hemas.

Singgih Raharjo, selaku Penjabat Wali Kota Yogyakarta, memberikan dukungan positif terhadap acara tersebut. 

Dia berkomitmen untuk terus mengawasi harga bahan pokok guna menekan angka inflasi dan memastikan kecukupan pasokan.

“Meningkatkan pengawasan terhadap jalur distribusi, termasuk gudang distributor, ritel, pasar rakyat, dan Bulog, adalah beberapa langkah antisipasi yang kami ambil untuk menjamin ketersediaan yang memadai,” ungkapnya.

Singgih berharap pasar murah dapat diadakan secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sabar Santosa, Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag DIY, menjelaskan bahwa pasar murah diadakan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi, terutama di Kota Yogyakarta.

Dia menyoroti bahwa harga komoditas yang dijual lebih terjangkau karena sumbernya langsung dari distributor. 

“Perbedaan harganya cukup signifikan dibandingkan dengan harga pasar konvensional,” ujarnya.

Mencontohkan harga minyak goreng satu liter yang dijual seharga Rp 12.300, sementara di luar pasar mencapai Rp 15.000. 

Begitu juga dengan harga gula pasir, yang di pasar murah dijual Rp 15.000 sementara di luar mencapai Rp 17.000.

“Sasaran kami adalah masyarakat umum, namun tidak sedikit juga dari kalangan UMKM kecil. Meskipun pasar murah ini hanya berlangsung satu hari,” terangnya.

Sabar mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah telah berlangsung sejak bulan Oktober hingga Desember 2023, dan acaranya melibatkan kunjungan ke berbagai daerah di DIY.

Seorang pembeli dalam acara tersebut, Ahmad Jazuli, menyatakan kegembiraannya dengan adanya pasar murah. 

“Pasar murah memberikan kesempatan untuk membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pusat perbelanjaan lain yang harganya relatif lebih tinggi,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here